Rabu, 19 November 2008

Informasi+Cerpen dong

informasi tentang cara membaca cerpen yang baik

1. menarik perhatian pendengar

2. membaca Sesuaikan dengan karakter tokoh

3. membaca seakan – akan kita berada disana

4. membuat pendengar terhibur

5. mengyati

si pintar & si beruntung

pengarang: nadhira

Pada suatu hari, di SD Mampang prapatan ter jadi suatu perdebatan. “ Anak-anak, sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian,” kata pak Gafi, kepala SD Mampang prapatan. “ Yaaaaa…..” jawab anak-anak kelas 6 dengan serempak. Dan di antara mereka ada yang berteriak “ yeeeeee….. hore” ternyata yang berteriak itu adalah Udin dan kembaran nya Udon, sifat mereka bertolak belakang, Udin, dia sangat rajin blajar, sedangkan Udon senangnya hanya bermain ps. lalu Pak Gafi kembali berjata “ bersiap-siaplah kalian semua karena bila kalian gagal di ujian ini maka kalian akan terus berada di SD!!!!” Udon berkata pada temannya,” Alah ngapain kita belajar mengending kita main CS aja” beda lagi dengan Udin, “ Kita harus belajar sekeras mungkin” kata Udin kepada teman-temonnya. Kring……… bel pulang

Sekolah pun berbunyi. setelah Udon keluar dari kelasnya, Udon menghampiri Udin untuk mengajaknya pulang. “ Udin” teriak Udon kepada Udin, Udin pun menjawab “ Iya Don lagi piket, sebentar lagi” setelah itu di jalan si Udon terus mengerutu “ kenapa ya kita harus selalau harus belajar kan enakan main” kata udon, dan Udin menjawab “ Hush gak boleh begitu, kitakan belajar untuk kita sendiri bukan orng lain, toh sebentar lagi kita bisa main sepuas nya kalau sudah ujian,” Kata Udin, Udon pun memblas “ Iyayah bener juga tapi buat gua yang pinter seperti master / juga bisa dibilang kaya pak gafi. Gua gak usah belajar toh nanti gua juga dapet 100 “ Kata Udon. Dalam hati pun Udin berkata “ Sombong bener ya saudara gua kaya beneran master” esok malam nya sebelum ujian Udon pergi ke warnet untuk bermain CS bersama yang lain, saat bermain Udon Ditelepon terus oleh Udin hingga Udon mati diserang dari belakang, Udon yang kesal terus bermain hingga pagi dan tentu saja dia merasa sangat lelah. Saat ujian dimulai

Udon kelelahan dan menulis semua jawaban dengan asal dan saat dibagikan hasil raport Udon menangis dan minta maaf pada Udin “ Din maaf ya aku sudah berlagak seperti master. “ kata Udon, lalu udin pun menjawab, “ Tak papa, tapi kau sendiri tak papa tak lulus” { berkata dengan sedih }, tapi dengan gembira Udon berkata “siapa yang gak lulus gua itu lulus 100%” Udin pun tercengang sambil bangga melihat saudara nya yang malas itu berubah sejak kejadian itu.

cerita mengesankan {upak} {Evolution}

Dulu sewaktu kelas 4 aku mengikuti ekskul bulu tangkis, disana orang-orangnya semuanya jago tapi ada juga yang tak jago. Kami biasa berlatih di lantai 8 di sekolah kami karena tidak ada ruangan yang cukup, oh ya waktu itu juga sekolah kami mengadakan friendly match dengan sekolah lain, itu adalah hari yang paling membahagiakan diriku karena waktu itu aku diajak ikut pula untuk bertanding, setelah hari itu tiba aku sangat tegang sampai-sampai aku gemetaran memegang raket, tapi karena melihat yang lain penuh dengan semangat aku pun ikut semangat juga. Waktu pun terus berlalu dan berlalu akhir nya saatnya giliran ku untuk bertanding, saat aku berada di arena aku sanggggggat!!!!, mengantuk, karena sebelum bertanding aku ketiduran jadinya masih mengantuk, tapi karena panasnya arena semangat pun kembali bergejolak bagaikan api, dimulailah pertandingan itu, aku sangat semangat memukul kok ke kanan dan ke kiri.

Tapi sayang nya aku kalah padahal hanya beda jauh yaitu 24-30. aku sangat terpukul atas kejadian itu, apalagi saat melihat musuh yang sedang bergaya sombong, aku jadi ada niat untuk mencekik nya, tapi hal itu tak jadi kulakukan karena aku tahu bahwa bila aku kalah aku masih bisa berusaha kembali agar menang, tidak pula musuh, aku yakin dia juga pernah kalah karena kegagalan adalah suatu prestasi yang membanggaksn bagi diri sendiri, karena itu aku kembali berusaha dan menjadi lebih baik

cerita yang mengesankan bagi diriku

Waktu itu aku masih berada di kelas 3, aku di ekskulkan oleh ibuku presenter, awalnya aku tak mau karena aku pikir itu buat perempuan, tapi karena takut jadi aku masuk saja deh, didalam ruangan ekskul aku hanya melihat berpuluh-puluh perempuan duduk menatapi ku, aku tegang tapi untunglah ada beberapa lelaki seperti diriku, mereka bercahaya bagaikan berlian karena hanya ada mereka yang lakinya, guru nyapun datang kekelas, ternyata guru nya perempuan bukan laki-laki, saat itu pula entah kenapa aku ditunjuk pertama memperkenalkan diri untungnya hal itu tak membuat ku pingsan. Waktupun terus berlalu dari 1 minggu ke minggu yang lain, tiba-tiba aku melihat temon ku yang laki-laki sedang menjadi presenter didepan, entah kenapa aku berfikir juga "Coba saja aku yang dipilih" sesaat itu aku terus berfikir kenapa aku mengaharapkan hal itu. Beberapa minggu kemudian akupun jjuga disuruh menjadi presenter sekolah, aku kaget antara bahagia dan sedih, lalu ya sudah aku pun melakukannya. setelah selesai aku merasa lega, tapi saat ada acara lain kenapa harus aku yang dipilih lagi. tapi aku terus saja melakukan nya dan tiba-tiba aku jadi merasa senang. yang bagus menurut ku adalah saat aku disuruh jadi presesnter di aula buya hamka di sekolah. aku sangat tegang tapi akupun melakukannya dengan baik dan aku pun jadi terkenal loh. dan akupun sadar bahwa apa yang dilakukan oleh ibuku ialah yang terbaik bagiku karena itu kisah ini menjadi obsesi/ pedoman buat ku,


Trims bagi yang baca.